
Semarang, 9/11/2025 — Presiden Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti), Abdullah Ibnu Thalhah, melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Semarang, Bapak Iswar Aminuddin, di Balai Kota Semarang, (3/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat posisi Semarang sebagai kota kreatif dan Ibu Kota Kartun Nusantara, termasuk rencana pendirian Museum Kartun Indonesia di kawasan Kota Lama.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung terwujudnya museum tersebut. Ia menegaskan, Pemkot siap memfasilitasi segala upaya menuju realisasi museum kartun sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya visual Indonesia.
“Museum Kartun Indonesia akan menjadi ikon baru Kota Lama dan kebanggaan masyarakat Semarang. Pemerintah Kota akan memberikan dukungan dan fasilitasi agar cita-cita ini segera terwujud,” ujar Iswar Aminuddin, yang didampingi penggerak kebudayaan Pesantren, Gus Bobby Mahbub Zaky.
Menambah semangat audiensi tersebut, Tokoh Penggerak Kebudayaan Pesantren Semarang, Gus Boby Ahmad Zaky, yang turut menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan Museum Kartun Indonesia.
“Seni kartun bukan hanya soal gambar lucu, tetapi juga media dakwah kebudayaan yang mencerdaskan masyarakat. Pesantren mendukung langkah para kartunis dan Pemerintah Kota Semarang untuk menjadikan kartun sebagai kekuatan budaya bangsa,” ujar Gus Boby.
Selamat Menunaikan Tugas Kadisbudpar Baru Kota Semarang

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Pakarti Abdullah Ibnu Thalhah menyampaikan audiensi dan berkesempatan menyampaikan ucapan selamat menunaikan tugas kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang yang baru, Ibu I’in Indriyasari, yang baru saja dilantik menggantikan Bapak Wing Wiyarso Poespojoedho.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ibu I’in Indriyasari atas amanah barunya. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, kerja sama teman-teman kartunis Indonesia dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata semakin kuat dan langgeng dalam mengembangkan seni kartun dan mewujudkan Museum Kartun Indonesia di Kota Lama,” tutur Ibnu Thalhah.
I’in Indriyasari dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan spesial dari para kartunis Indonesia. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kerja sama yang telah dirintis sebelumnya, termasuk rencana pendirian Museum Kartun Indonesia.
“Terimakasih untuk hadiah kartun saya yang lucu dan canti ini, hehe. Saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman kartunis yang tak henti berkarya dan menghidupkan suasana budaya di Kota Lama. Mari kita teruskan sinergi ini agar Semarang semakin dikenal sebagai kota kreatif yang berkarakter dan berbudaya,” ungkapnya, dampingi Sekretaris Dinas Bpk. Syaiful Bahri Siregar, Kabid Industri Pariwisata Ibu Deasy Ismalia, dan Kabid Kelembagaan Pariwisata Ibu Nurul Fitri Cahyanti.
Sebagai simbol persahabatan dan penghargaan, Presiden Pakarti menyerahkan cinderamata berupa karya karikatur kepada Ibu I’in Indriyasari. Serah terima berlangsung hangat dengan jabat tangan erat, menandai komitmen simbolik kebersamaan dalam membangun Kota Semarang melalui seni kartun, pendidikan, pariwisata, dan kreativitas budaya.
Jabat Tangan Kolaborasi

Selain itu, Abdullah Ibnu Thalhah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Wing Wiyarso Poespojoedho, Kepala Disbudpar sebelumnya yang kini mengemban tugas baru sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang.
“Pak Wing telah memberikan perhatian besar bagi perkembangan seni kartun di Semarang. Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang luar biasa selama ini,” ujar Ibnu Thalhah.
Sementara itu, Pak Wing menegaskan dirinya tetap akan mendukung kegiatan kartunis Indonesia, dari posisi barunya di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
“Saya akan tetap menjadi sahabat kartunis dan siap mendukung agar Semarang Cartoonfest dan Museum Kartun Indonesia bisa terus berkembang,” kata Pak Wing.
Diketahui, di bawah kepemimpinan Pak Wing, Disbudpar Kota Semarang telah menjalin sejumlah agenda kolaboratif dengan Pakarti, di antaranya penyelenggaraan FGD ‘Museum Kartun Indonesia’ yang dihadiri berbagai kalangan ahli, sejarawan, akademisi, budayawan dari berbagai daerah di tanah air, Musyawarah Besar Pakarti, ‘Semarang Cartoonfest’ yang ikuti oleh 141 kartunis dunia dari 25 negara pada 18-19 November silam, yang menurut rencana akan dijadikan sebagai event tahunan di Kota Lama, serta pengembangan program ekonomi kreatif berbasis kartun.
“Yang belum terwujud adalah pembuatan kartun selamat datang dengan konten tokoh kartun lokal Semarang di Bandara Internasional Ahmad Yani yang akan menambah identitas Semarang sebagai kota budaya dan Ibu Kota Kartun Nusantara. Tahun depan semoga bisa diwujudkan. Mohon doanya,’ ujar pak Wing.
Audiensi ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam mewujudkan Semarang sebagai pusat kartun nasional, sekaligus memperkaya citra Kota Lama sebagai kawasan budaya dan kreativitas Indonesia.




