Pakarti adalah Persatuan Kartunis Indonesia (Indonesia Cartoonist Association). Pakarti dideklarasikan pada 1989 di Ancol, Jakarta. Terpilih sebagai Ketua Umum Pramono R. Pramoedjo untuk masa kepengurusan 1989-1994. Pada 1994, diadakan Munas (musyawarah nasional) di Yogyakarta untuk memilih Ketua Umum Pakarti periode 1994-1999 dan Pramono R. Pramoedjo terpilih lagi hingga periode 1999-2004.
Periode 2004-2009 terpilih Jango Pramartha sebagai Ketua Umum Prakarti yang deklarasinya diselenggarakan di Bali. Penuh optimisme dan harapan, itu yang terlihat dari wajah sumringah para kartunis yang hadir dan menyaksikan prosesi penobatan pengurus Pakarti periode tersebut. Apalagi Bali bagi sebagian besar kartunis Indonesia merupakan pintu gerbang internasional; sehingga layak bila dengan ditempatkannya Pakarti di Bali akan dapat membuka akses internasional. Itu artinya, akses bagi para kartunis Indonesia untuk dapat menikmati kelanjutan dari pergaulan tersebut. Apakah itu dalam bentuk sosialisasi atau peluang-peluang lain yang pada dasarnya bakal meningkatkan harkat dan martabat kartunis Indonesia di kancah dunia.
Periode 2009-2014, Is Ariyanto pemuda dari Solo menjabat ketua umum, Pakarti di bawah anak-anak muda yang tentu saja penuh dengan energi dan kesegaran tersebut diharapkan dapat menata kembali konstruksi organisasi baik dalam arti fisik/teknis maupun filosofis-ideologis. Namun, pada tahun 2011 mengundurkan diri karena sibuk sebagai jurnalis dan kartunis di Solo Pos.
Jan Praba dari Jakarta yang menggantikan kekosongan pengurus periode 2011-2014. Ia bersama rekan-rekan kartunis Jakarta berhasil membuat gerakan moral untuk membuat 500 karikatur wajah Pepeng dan mendapatkan rekor MURI di acara Kick Andy. Kepengurusan Jan Purba berlanjut pada periode 2014-2019 melalui Mubes di Solo. Banyak kegiatan dan kerjasama yang telah dilakukannya.
Pesta Akhir Tahun 2013 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki adalah sebuah kebangkitan bagi sebuah pameran kartun yang biasanya hanya menggunakan media kertas dan berukuran kecil (A3), tapi saat itu yang dipamerkan sudah menggunakan media yang tidak terbatas. Dari sekadar kertas, kanvas, tiga dimensi, instalasi bahkan ada yang menggunakan media bokong truck serta sajian menarik tentang fragmen dan performing cartoon.
Tahun 2014, Pakarti bekerjasama dengan KPK untuk edukasi antikorupsi melakukan edukasi lewat kartun. Momentum lain adalah gerakan moral 1000 kartun antikorupsi kerjasama antara Pakarti dan KPK yang sempat dipamerkan di Indonesia International Book Fair 2017 di Jakarta Convention Center dan atas kerjasama tersebut mendapatkan rekor MURI atas pameran kartun terbanyak
