Indonesiancartoon.com. Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) menyambut baik dan mengapresiasi gagasan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon, untuk menjadikan Gedung Jiwa Sraya di kawasan Kota Lama Semarang sebagai ruang kebudayaan dan museum fotografi.
Gagasan tersebut, sebagaimana disampaikan melalui media sosial Menteri Kebudayaan @fadlizon pada 29 Agustus 2026, menurut Pakarti merupakan langkah positif dalam menghidupkan kembali bangunan bersejarah dan menjadikannya sebagai ruang publik yang memiliki fungsi edukasi, dokumentasi dan kebudayaan.

Pakarti berpandangan bahwa bangunan-bangunan bersejarah di Kota Lama Semarang tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik. Bangunan tersebut perlu dihidupkan melalui aktivitas kebudayaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah masyarakat dan perjalanan bangsa Indonesia.
Museum Fotografi dan Museum Kartun Indonesia
Sejalan dengan gagasan Menteri Kebudayaan tersebut, Pakarti mengusulkan agar pemanfaatan Gedung Jiwa Sraya dapat dikembangkan menjadi ruang museum bersama yang mempertemukan fotografi dan kartun Indonesia.
“Kami menyambut baik gagasan Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menjadikan Gedung Jiwa Sraya sebagai museum fotografi. Kami justru melihat peluang yang lebih luas: mengapa tidak dikembangkan menjadi ruang kebudayaan yang juga menghadirkan Museum Kartun Indonesia? Keduanya memiliki kedekatan sejarah dan sama-sama tumbuh dari akar media cetak,” ujar Abdullah Ibnu Thalhah, Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti).
Menurut Thalhah, fotografi dan kartun memiliki hubungan yang erat dalam perjalanan sejarah media dan kebudayaan Indonesia. Keduanya sama-sama berperan sebagai media dokumentasi, refleksi sosial, pendidikan publik, komunikasi politik, sekaligus rekaman perubahan masyarakat. Fotografi merekam realitas melalui kamera, sedangkan kartun merekam realitas melalui gambar, humor dan daya kritis. Keduanya adalah bagian penting dari sejarah visual Indonesia. Untuk itu, keberadaan museum fotografi dan museum kartun dalam satu kawasan dinilai dapat menciptakan ekosistem museum yang menarik, interaktif dan relevan bagi generasi muda.
Kartun adalah bagian dari sejarah kebangsaan
Pakarti menilai bahwa sejarah kartun Indonesia memiliki perjalanan panjang dan tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan pers, politik, pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Bahkan, karya-karya kartun yang dibuat oleh sejumlah tokoh penting memiliki nilai sejarah kebangsaan yang sangat kuat. Salah satunya adalah Bung Karno, yang dikenal memiliki kemampuan menggambar kartun dan karikatur sejak masa mudanya. Selain itu, terdapat jejak kartun dan karikatur yang berkaitan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional, termasuk Ernest Douwes Dekker, serta karya para maestro kartun Indonesia dari berbagai generasi.

“Berdasarkan hasil riset dan penelusuran Pakarti, ditemukan karya-karya kartun yang dibuat oleh Soekarno dan Ernest Douwes Dekker. Karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Keduanya memperlihatkan bagaimana gambar, humor, simbol dan kritik visual digunakan untuk merekam gagasan, semangat zaman serta dinamika perjuangan kebangsaan,” terang Thalhah, yang juga dosen seni budaya di UIN Walisongo Semarang.
Menurut Thalhah, karya-karya tersebut perlu diteliti, diverifikasi, dirawat dan didokumentasikan secara serius dalam ruang museum agar dapat diakses oleh masyarakat, peneliti, pelajar dan generasi mendatang. Perlu adanya lembaga yang secara serius melakukan pengumpulan, konservasi, digitalisasi, penelitian, dokumentasi dan publikasi sejarah kartun Indonesia, termasuk karya-karya kartun yang berkaitan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional.
Prof. Ir. Totok Roesmanto, Eng., arsitek senior dan mantan Ketua Dewan Tata Kota Semarang, memberikan dukungan terhadap gagasan pemanfaatan bangunan bersejarah Gedung jiwa Sraya di Kota Lama sebagai museum Fotografi dan museum kartun Indonesia.

Menurutnya, bangunan cagar budaya tidak cukup hanya dipelihara sebagai benda mati. Ia harus memiliki kehidupan baru yang tetap menghormati sejarah, karakter arsitektur dan konteks kawasan. Museum merupakan salah satu cara menjadikan bangunan bersejarah tetap hidup dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Keberadaan museum fotografi bersama museum kartun akan semakin menghidupkan Kota Lama secara artistik dan interaktif. Apalagi kita tahu, kartun memiliki sejarah khusus bagi kota Semarang hingga kota ini memiliki sebutan sebagai ‘ibukota kartun Nusantara,” kata Prof. Totok.
Seperti telah banyak diketahui, Semarang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan kartun Indonesia. Kota ini memiliki tradisi pers dan sejarah kartun yang cukup panjang. Sejak lama Semarang menjadi salah satu pusat perkembangan kartun di Indonesia, termasuk lahirnya berbagai karya yang populer serta kegiatan festival kartun internasional yang telah berlangsung sejak 1988.
Pakarti siap berdialog dengan Menteri Kebudayaan
Atas gagasan Menteri Kebudayaan tersebut, Presiden Pakarti Ibnu Thalhah menyatakan siap membuka komunikasi dan berdialog dengan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, komunitas budaya, akademisi, arsitek, pengelola kawasan Kota Lama dan pemangku kepentingan lainnya.
harapan teman-teman Pakarti berharap gagasan ini dapat dikaji secara terbuka dan bersama-sama sehingga pemanfaatan Gedung Jiwa Sraya mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Pakarti juga siap menyampaikan hasil riset dan penelusuran mengenai karya-karya kartun Soekarno, Ernest Douwes Dekker dan para maestro kartun Indonesia sebagai bahan awal pengembangan koleksi, dokumentasi dan narasi Museum Kartun Indonesia.
“Pakarti siap menyumbangkan koleksi, hasil riset, pengetahuan, jaringan kartunis Indonesia maupun gagasan kuratorial untuk mewujudkan ruang museum kartun Indonesia di Semarang. Kami percaya fotografi, kartun, arsitektur, sejarah dan seni dapat bertemu dalam satu ekosistem kebudayaan,” pungkas Thalhah.
Secara terpisah, senator DPD RI Jawa Tengah Dr. Abdul Kholik menyambut baik gagasan kementerian kebudayaan sekaligus aspirasi Pakarti. “Kami sedang membantu mengkomunikasikan ide kreatif ini ke kementerian kebudayaan di Jakarta. Kedua gagasan, baik gagasan kementerian kebudayaan maupun teman-teman Pakarti bisa disinergikan dan saling menyempurnakan, sehingga nantinya bisa diambil manfaat yang lebih besar bagi kemajuan kebudayaan,” sambut Abdul Kholik.
Narahubung di 081259782707
Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti)
Ketua Umum: Abdulloh Ibnu Thalhah
Semarang




